Monday, September 28, 2009

apa judul yang lebih bagus dari "kamu"?

Terimakasih untuk kamu yang sudah dengan cuma-cuma membuat aku..emm..err..berbunga-bunga

Meskipun aku nggak suka bunga, tapi aku tau, bunga itu bagus, seperti..kamu ada di dalam hidupku

Oke, ini hm terdengar berlebihan dan terkesan "hoek", ya? Iya..iya. Tapikan, ini jujur

Kamu membuat aku ingin bangun pagi selama liburan ini, karna aku ingin membaca sms baru dari kamu yang isinya bisa membuat bunga ini makin merekah dan..cantik sekali warnanya! sungguh!

Kamu membuat aku bersabar. Kenapa? Hmm..saat aku chat dengan kamu, dan  ini error, aku bersabar menunggu untuk  ini normal lagi, tidak seperti biasanya, langsung aku copot batrenya. Dan aku bisa chat sama kamu lagi:) Yeay!

Ya, aku akui kamu itu..lama nyambungnya. Tapi itu membuat aku arrr gemes! Haha. Iya, gemes. Lucu. Dan itu..ngangenin

Kamu itu rajiiin sekali merawat bunga-bunga yang tumbuh di sini. Hah, di mana? Di sini, di dalam..ehm..hati. Hati siapa? Ku.

Well..kita memang nggak pernah bertingkah err mesra gandengan tangan peluk-pelukan dan lain-lain. Tapi setiap kata "kamu" dan "aku" yang kamu ucap saat kita ngobrol, aku sudah..deg-degan

Di setiap harinya, aku tau, aku bersyukur kamu ada di sini. Untuk membawakan aku penghapus, dan menghapus semua coretan masa lalu

Perasaan ini untuk kamu bersifat menetap. Konstan. Seperti aku selalu membeli soursally medium green tea dengan topping strawberry dan kiwi. Selalu itu, dan tidak pernah yang lain. Aku tidak pernah bosan makan itu. Sama seperti rasa di hati, tidak pernah bosan dengan..kamu

Seberapa lamapun waktu yang aku luangkan sama kamu, rasanya nggak pernah cukup. Aku mau lagi...lagi...lagi...lagi...lagi...dan lagiiiiiiiiiiii

Kalau kamu baca ini, aku mau bilang.. Puzzle-nya sudah 99%

2 comments:

Fenesha said...

aw aw awaa

Claza said...

cie santiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii