Wednesday, July 28, 2010

polaroid-manipulation

Jatuh cinta itu seperti polaroid. Lihat, indah, menarik, abadikan, cetak. Instan.

Lihat. Melihat, melihat betapa mengagumkannya dia. Rasanya sulit sekali berpaling meskipun hanya untuk 1 detik. Dia sungguh mengagumkan. Meskipun gue sendiri ngga tau apa yang membuat dia semengagumkan itu.

Indah sekali dia di mata. Heran, kenapa ada makhluk seindah itu. Jelas, dia itu keajaiban di mata gue.

Menarik pandangan, pikiran, dan hati. Dia akan selalu menjadi medan Utara dan gue Selatan. Daya tariknya luar biasa. Rasanya seperti, lo diciptakan untuk menarik gue sekuat ini.

Abadikan. Suka tidak suka, lo akan menjadi sebuah memori yang mustahil hilang dari pikiran dan perasaan gue.

Cetak. Ternyata, di saat gue ngga melihat lo langsung, lo masih terkesan indah. Bukan di mata, tapi di hati. Keindahan lo itu merasuki setiap senti benak ini.

Instan. Ngga ada yang bisa menjelaskan kenapa hal ini bisa terjadi. Kenapa gue dengan mudah mengagumi lo. Snap!

Tapi..

Jatuh cinta hanya karena melihat, itu konyol. Seperti gemes sama badut superlucu, padahal orang di dalamnya itu penjahat. Random sekali, kan?

Jatuh cinta memang akan membuat semuanya terlihat indah. Mana peduli dengan macetnya Jakarta, selama gue melewatkan perjalanan itu sama lo? Pemandangan di depan gue cukup indah. Lo. Ini maksudnya jadi indah, atau jadi bodoh?

Sesering apapun gue melihat lo, 1 hal yang ngga akan berubah, lo itu akan tetap terus menarik. Ok, 1 hal lagi yang baru, “bosan” seperti sedang berhibernasi, ngga menampakan dirinya sama sekali. Namun ngga akan tau kan kapan bosan akan bangun dari hibernasinya?

Mana ada orang yang ngga mau cintanya itu abadi? Ngga ada, kan? Tapi ya..apa yang akan terjadi 1 menit kedepan aja kita ngga tau..

Jatuh cinta itu akan indah pada waktunya. Saat foto gue tercetak, gue harus menunggu dulu sampai gambarnya muncul, dan kelihatan betapa indahnya objek foto itu. Kalau udah gue sentuh namun fotonya belum muncul, akan rusak, kan? Sama dengan kalau gue memaksakan cinta untuk tumbuh terlalu cepat, esensi keindahan cinta itu akan hilang. Datang tanpa proses yang harus ditunggu dan dinikmati, dan akan menghilang tanpa kompromi. Menyedihkan. Atau mungkin kalau gue udah mendapatkan cetakan foto yang bagus dan sempurna, tapi ternyata gue ngga bisa menjaga foto itu? Mana yang lebih menyedihkan?

Jatuh cinta memang ngga selamanya indah. Ada waktunya, dan butuh proses serta kesabaran. Bisa saja instan, tapi harus d ipastikan kalau gue bisa menjaga itu.

Harus dipastikan, hasil fotonya sesuai, dan gue bisa menjaga foto itu dari goresan sekecil apapun, agar tetap utuh. Tetap indah.

Seindah objek aslinya.

2 comments:

Claza said...

I love the way you elaborate it, Santi <3

santshine said...

thanks, Kellycil! :*